10 PEMBELIAN TERBURUK KLUB REAL MADRID

5

Sejak dahulu kala, klub Real Madrid dikenal sebagai klub sepakbola terbesar dan terkaya di dunia dengan menorehkan banyak sejarah kemenangan baik itu didalam negeri ataupun di benua Eropa. Dengan prestasi yang banyak tentunya mereka mendapatkan uang yang banyak pula, dan hal itulah yang dimanfaatkan pihak Real Madrid guna memboyong para bintang sepakbola terkenal untuk memuluskan ambisinya yaitu merajai dunia sepakbola sekaligus menunjukkan kekuatan tim yang mereka miliki.

Namun hal tersebut bukan berarti menunjukkan semata-mata klub Real Madrid selamanya akan sukses. Faktanya klub sebesar Real Madrid pernah tercatat beberapa kali melakukan ‘blunder’ besar saat membeli pemain bintangnya.

Tentu hal ini menjadi satu pertanyaan besar, mengapa bisa seperti itu? Bisa saja, karena setiap pemain pastinya akan menghadapi tekanan yang sangat besar ketika mereka memutuskan untuk membela Real Madrid.

Pemilik, pelatih dan pendukung Real Madrid tentu mengharapkan kualitas para pemain yang dibelinya setingkat dengan uang yang digelontorkan. Namun ternyata masih ada pemain baru yang tidak bisa menunjukkan peforma terbaiknya saat membela El Real, hasilnya mereka kemudian digiring keluar dari Santiago Bernabeu. Di bawah ini adalah daftar 10 pembelian terburuk Real Madrid, diantaranya adalah :

– 1. Jonathan Woodgate

Ini adalah bukti besar pembelian terburuk klub Real Madrid sepanjang masa. Saat Woodgate merumput bersama Newcastle, Leeds dan Tottenham kemampuannya begitu dikenal fans Premier League Inggris. Kepindahannya ke Real Madrid benar-benar menghebohkan tanah Inggris.

Ia ditransfer senilai £ 13,4 juta pada tahun 2004. Saat berseragam Putih-Putih, ia kerap dilanda cedera dan bahkan pernah membuat rekor terburuk sepanjang karirnya bersama Los Blancos yaitu mencetak gol bunuh diri dan mendapat kartu merah di pertandingan yang sama. Hal itulah yang memaksa Madrid memulangkannya kembali ke Inggris dan klub yang mau meminangnya adalah Middlesbrough.

– 2. Kaka

Kaka bergabung ke Real Madrid dengan nilai yang fantastis sebesar £ 60 juta. Harga tersebut dianggap wajar karena Kaka pernah meraih Ballon d’Or dan FIFA World Player of the Year 2007 saat membela AC Milan dan para fans Madrid menginginkan Kaka menunjukkannya sekali lagi kala membela Los Blancos.

Saat Cristiano Ronaldo bergabung dengan Madrid, itulah awal kejatuhan Kaka. Kaka berseragam Madrid selama 4 tahun dengan membukukan 29 gol didalam 120 penampilannya, sungguh harga yang tak sesuai. Ia kemudian bergabung kembali ke AC Milan pada awal musim 2012/13.

– 3. Julien Faubert

Ini adalah salah satu pembelian pemain teraneh dalam sejarah klub Real Madrid. Faubert secara teknis hanya bergabung ke Real Madrid dengan status pinjaman. Ia tidak dapat menunjukkan kualitas terbaiknya seperti pemain kelas atas pada umumnya. Ia pernah berbuat kesalahan dengan tidak mengikuti beberapa latihan dan secara mengejutkan, Madrid memutuskan untuk tidak mengejar transfernya secara permanen.

Tidak hanya itu saja, ia pernah tertangkap kamera sedang tertidur di bangku cadangan selama pertandingan Real Madrid. Madrid langsung menendangnya ke West Ham, namun disana ia berulah dengan memicu kemarahan para fans dan ditendang lagi pada tahun 2012. Akhirnya ia mendarat ke klub Perancis, Bordeaux.

– 4. Royston Drenthe

Banyak pihak yang menilai saat Drenthe membela Feyenoord, ia akan menjelma menjadi pemain terbaik di dunia dan hal tersebut terdengar oleh Real Madrid. Feyenoord kemudian melepaskannya dengan harga £ 13 juta dan Drenthe diberi kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya.

Sayangnya ia tidak berhasil dan dipinjamkan ke klub Hercules serta Everton dan akhirnya kontraknya berakhir di Madrid. Sekarang, ia membela salah satu klub Rusia Divisi 2, Reading.

– 5. Javier Saviola

Saviola awalnya bergabung dengan Barcelona pada tahun 2000 dan dianggap sebagai titisan Diego Maradona. Setelah 3 musim berseragam Barcelona, ia dipinjamkan ke Monaco dan Sevilla namun gagal menemukan performa terbaiknya. Real Madrid kemudian memutuskan untuk menarik Saviola dari rival mereka dengan status bebas transfer.

Setelah 2 tahun menetap di Madrid, ia hanya mampu mencetak 5 gol pada 28 laga dan sejak kedatangan Klass Jan Huntelaar, Saviola pun akhirnya angkat kaki pada tahun 2009.

– 6. Antonio Cassano

Cassano adalah pahlawan bagi Parma dan selalu dianggap sebagai pesepakbola terbaik di Italia. Sama seperti Gravesen, ia adalah sosok pemain yang temperamental serta sering bertengkar dengan pelatih dan rekan setim. Saat membela Roma, Cassano dan Totti tidak terlihat akur sehingga Cassano memutuskan untuk meninggalkan klub dan bergabung ke Real Madrid pada Januari 2007.

Ia ditransfer dengan harga yang murah mengingat kontraknya hanya tersisa 6 bulan bersama Roma. Di Madrid, ia cek-cok dengan Capello yang akhirnya membuat Madrid menjualnya ke Sampdoria.

– 7. Thomas Gravesen

Gravesen adalah nama yang begitu terkenal diantara penggemar Everton dan penggemar Premier League. Ia adalah pemain kunci Everton musim 2000 hingga 2005, dan Real Madrid jatuh hati pada dirinya. Pada tahun 2005 Gravesen ke Real Madrid namun sayang, ia gagal menunjukkan peforma terbaiknya saat menjaga lini belakang bersama rekan setimnya.

Tidak hanya itu saja, ia adalah sosok pemain yang temperamental dan sering terlihat cek-cok dengan Ronaldo dan Capello. Atas sikapnya tersebut, ia pun dijual ke Celtic pada tahun 2006.

– 8. Nicholas Anelka

Ini adalah salah satu pembelian terbaik Arsene Wenger. Ia membeli Anelka dari PSG senilai £ 500.000 dan setahun kemudian menjualnya ke Real Madrid senilai £ 23 juta. Sebagai penggantinya, Wenger mendatangkan Thierry Henry senilai £ 12 juta dan itu adalah keputusan yang tepat.

Saat di Madrid, Anelka kerap membuat kasus tercela dengan para fans, sesama pemain dan pelatih baru, Vicente del Bosque. Madrid yang tak tahan akhirnya melego Anelka ke PSG senilai £ 23 juta pada akhir musim.

– 9. Walter Samuel

Samuel yang memutuskan untuk pensiun di Inter Milan ternyata memiliki karir yang fantastis. Ia dikenal sebagai salah satu pesepakbola terbaik di dunia dalam jangka waktu yang sangat lama, namun para fans Madrid tidak menyebutnya demikian.

Dia didatangkan dari Roma ke Madrid senilai £ 23 juta, yang dimana ia kerap dianggap sebagai pesepakbola terbaik dunia. Samuel dibeli untuk menjaga lini pertahanan Madrid namun sayang, harganya tidak sesuai dengan peformanya.
Pada tahun 2005, Samuel kembali ke Inter dengan nilai £ 14 juta dan berhasil menunjukkan peformanya. Ia adalah sosok penting saat menundukkan Barcelona di Liga Champion dan berhasil membawa Inter maju ke final. Fabio Capello terkejut melihat aksinya karena saat membela Real Madrid, Samuel tidak bisa menunjukkan kualitasnya.

– 10. Emerson

Gelandang Brazil senilai £ 16 juta ini bergabung dengan Los Blancos yang diikuti dengan kepindahan sang pelatih, Fabio Capello dari Juventus ke Real Madrid. Emerson terbukti mampu diandalkan ketika berseragam Roma dan Juventus dibawah tangan Capello sehingga para fans Madrid tidak terlalu terkejut saat pelatih Italia tersebut membawanya masuk ke Santiago Bernabeu.

 border=

Ternyata apa yang diharapkan para fans Madrid terhadap dirinya sangat berbeda jauh, Emerson terlihat kehilangan sisi magic-nya ketika berseragam Putih-Putih. Ia memang sering tampil di beberapa pertandingan besar namun kemampuannya seakan-akan sirna. Saat Capello dipecat Real Madrid, Emerson akhirnya dibuang ke AC Milan senilai £ 5 juta pada akhir musim.